BONGKAR RAHASIA OKNUM YANG MENGAKU PIHAK TELEGRAM
BONGKAR
RAHASIA OKNUM YANG MENGAKU PIHAK TELEGRAM
Pernah nggak sih
gaes, dihubungi oleh seseorang yang ngaku dari pihak telegram. Trus dia bilang,
“Untuk mengatasi terjadinya penipuan dari pihak lain maka kita ingin
memberitahukan beberapa langkah mengantisipasi, dan kami akan mengirimkan kode
verifikasi”. Untuk tahap ini mungkin belum ada sesuatu yang salah ya. Atau bagi
kamu-kamu yang alarm kehati-hatiannya sangat sensitif, maka akan mulai curiga
ketika dia memulai berbicara. Secara nomornya adalah nomor pribadi bukan nomor
khusus telegram.
Trus di tengah-tengah percakapan dia bilang mau ngasih
kode telegram ke kita dan kita diperintahkan untuk menyebutkan kode itu
padanya. Kalau kamu belum pernah baca pemberitahuan dari telegram, bahwa pihak telegram tidak pernah meminta kode apapun,
maka “SELAMAT”. Kamu bakal masuk ke dalam tipu muslihat yang sedang ia
jalankan. Siap-siap saja setelah itu kamu akan syok. Kemungkinan akan ada yang
hilang dari dirimu.
Ish.... apaan sih. Nakut-nakutin aja.
Tenang, aku nggak akan mau menulis ini jika belum ada
bukti yang terjadi. Aku sempat di telpon oleh oknum tersebut. Nasib baik masih
berpihak padaku saat itu. Tak ada hal penting dalam akun telegram ku. Paling
Cuma grup jualan atau grup menulis yang berseliweran. Ada sih kontak server pulsa
ku di sana. Cuma ‘Alhamdulillah’-nya nih, saldonya lagi kosong. Jadi pikirku
saat itu, kalaupun di kasih kode verifikasinya, dia nggak akan bisa melakukan
apa-apa. Lagian di akhir percakapan dia bakal nyuruh kita untuk melakukan verifikasi
dua langkah. Menghapus semua riwayat perangkat yang masuk telegram kita. trus
Dia juga memerintahkan untuk menyimpan nomor itu sebagai cs telegram dan
menghubunginya jika ada kendala. Untuk perintah yang terakhir, tak ku lakukan
karena nggak penting juga. Dari awal udah ke cium niatnya.
Lain cerita dengan adekku. Saat itu dia ngantuk berat.
Berencana ingin tidur siang. Dari pagi sibuk ngurusin si kecil yang rewel
banget. Tiba-tiba telpon dari oknum telegram itu datang. Aku tak tahu obrolan
lengkap yang terjadi dengan mereka. Hanya saja di sore hari adekku
bertanya,”Kak, narik saldoku tadi?”. FYI, aku adalah upline nya di bisnis pulsa
jadi bisa saja sewaktu-waktu menarik saldo yang sudah ia transfer. Saat itu,
aku benar-benar tidak melakukan hal itu. Wajah adekku langsung pucat. Ia baru
saja mentransfer sejumlah uang (modal dan laba ia jualan selama ini) ke server
pulsa untuk digantikan dengan deposit saldo. Padahal yang baru digunakan 50
ribu saja. Sekarang yang tertinggal hanya Rp. 3.750. untuk isi pulsa 5k saja
tak bisa, apalagi mengisi token pelanggan seharga 50K.
Kepanikannya langsung menjalar pada diriku. Secara kami
terbiasa membantu orang tua dengan bisnis itu. Uang jajan sengaja kami sisihkan
untuk modal usaha. Sampai akhirnya modal yang kecil itu kini telah berkembang
hingga jutaan rupiah. Tapi hanya selang beberapa menit telpon itu berlangsung
uang yang ada langsung lenyap. Ini memang termasuk dalam rangkaian takdir
Allah. Tapi, andai saja kehati-hatian adekku saat itu tak hilang, mungkin akan
berbeda hasilnya.
Dengan sigap langsung ku telpon founder pulsa ku.
Bertanya apakah ada riwayat pengisian pulsa yang adekku lakukan hingga
depositnya hilang lenyap semua. Mungkin karena telah banyaknya agen yang
terjerat oknum ini, si founder langsung ngeh bertanya, “Tadi menerima telpon
dari oknum telegram?”. Iya jawabku. Panjang lebar si founder memberikan saran
padaku. Agar ID ku tetap aktif namun si oknum tak lagi mengganggu. Hingga opsi
penggantian nomor dilakukan. Saat itu kecurigaan berlebihan ku terpancing.
Sebanyak ini agen yang mengalami, kenapa tidak ada tindak lanjut dari founder.
Memang mereka gencar memberikan pemberitahuan di awal. Tapi pemberitahuan itu
lenyap seiring berjalan waktu.
Tak ingin tertipu dua kali, aku mendadak menjadi seorang
polisi Cyber malam itu. Tak ku hiraukan kantuk yang mulai menyerang. Jam di
dinding yang sudah bersuara bahwa sudah dini haripun ku abaikan. Tak enak
rasanya meninggalkan rasa penasaran tanpa jawaban pasti. Semua relasi yang ahli
IT ku tanyai. Searching google tak dilupakan. Hingga ku dapatkan cara agar HP
tak lagi di hack.
Riwayat transaksi ku buka. Dan tahukah kamu apa yang
terjadi???
Pukul 14.36 si oknum
menelpon adekku dan berakhir pada pukul 14.45. Riwayat transaksi mencatat, ada
transaksi pengisian pulsa sebesar 100k ke beberapa nomor dari pukul
14.38-14.43. Nomor yang diisi adalah nomor dari berbagai daerah di Indonesia.
Aku hanya bisa bergumam, “Hebat si oknum, langsung bisa bederma ke beberapa
orang hanya hitungan 9 menit”.
Untuk saat itu dan dalam kondisi seperti itu, kami hanya
bisa ikhlas. Melepaskan dana yang terkumpul, anggap bederma pada para penerima
pulsa. Satu hal yang perlu diingat, kunci dari terjadinya hal ini. Yang namanya password, kode verifikasi,
atau nomor apapun yang dikirmnya hanya ke ponsel kita. Tak perlu diberitahukan
pada pihak manapun. Sekalipun itu adalah telegram. Karena setelah ku uji
coba, setiap kita ingin masuk akun telegram pada perangkat yang lain, maka
sangat diperlukan yang namanya kode verifikasi. Jika tak kita tuliskan dalam
beberapa menit, maka akan ada pilihan pihak telegram menelpon kita. Nah jika
kamu nemerima telpon dari nomor California ini, tapi kamu tak merasa membuka
akunmu di perangkat lain. Abaikan saja telpon itu. Untuk mengantisipasi
kejadian buruk yang akan terjadi.
Sekian sedikit informasi yang bisa aku
bagikan. Semoga bisa membantu dalam mengurangi resiko kecolongan.
online casino - all types of bets - American Gambian
BalasHapusOnline gambling is the industry's most advanced 온라인 카지노 벳 무브 form of gambling since it was invented in the 19th century and is a great way to spend a little to relax.