review novel canting

REVIEW NOVEL CANTING
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selama sore para pembaca blog yang budiman. Kali ini admin mau bikin review nih. Review perdana yang admin tulis. Maklum novelnya asyik banget buat dibaca, bikin baper.... Sayang banget rasanya kalau kebaperan itu tak dibagikan. Hehe..
Masih aktif FB-an nggak? Kalau kamu aktif FB-an pasti tau deh sama cerbung yang fenomenal ini. Lagi hits banget di FB. Pakai tagar segala. Saking ditungguinnya ini cerita malah ada #demamcanting.
Penulis awalnya hanya berencana membuat cerbung bukan novel, namun karena antusias dan keinginan pembaca sangat luar biasa, maka jadilah ia sebuah novel. Canting, sebuah novel karya Mbak Fissilmi Hamida. Kental banget sama budaya yogyakartanya.
Kamu tahu canting? Menurut wikipedia, Canting (dari bahasa Jawa, canthing, IPA:tʃanʈiŋ) adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan yang khas digunakan untuk membuat batik tulis, kerajinan khas Indonesia. Canting tradisional untuk membatik adalah alat kecil yang terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya. Gambarnya seperti di bawah ini
Berkas:Canting.jpg
Gambar Canting Tradisional Indonesia
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Canting

            Bagi pengrajin batik ataupun yang tinggal di daerah pembuatan batik pasti tak asing lagi dengan benda kecil ini. Benda yang menjadi jiwa bagi pengrajin batik. Tanpanya ukiran indah pada kain batik akan terasa kurang.
            Terus apa hubungan canting ini dengan novel canting karya mbak Fissilmi Hamida ini? Tokoh utama dalam novel ini adalah pemilik perusahaan batik dan pengrajin batik. Awalnya mimin belum mau baca novelnya setelah membaca judulnya. Nggak ngerti sama judunya. Hehe.... tapi, karena grup telegram banyak bahas tentang novel ini, kok mimin jadi penasaran. Searchinglah #cantingpart1 di FB, ketemu deh sama ceritanya. Baca part 1 aja udah bikin ketagihan. Rasanya mau melahap ke 23 part yang ada di FB itu secara keseluruhan. Nggak mau mati penasaran dengan alur ceritanya. Keren banget. Nggak berasa kalau kita nih sedang dihujani petuah tentang hidup berumah tangga sama si mbok. Kudu sabar baca hingga ujung part supaya tahu quote yang simbok keluarkan dalam bahasa jawa itu apa artinya. Secara mimin kan bukan orang Jawa. Nggak ngertilah bahasa si mbok.
            Baca 3 part aja, udah tau deh mimin kalau novel ini hanya diperuntukkan bagi pembaca yang udah punya KTP. Secara ceritanya tentang lika liku rumah tangga. Takutnya nih, para jomblowan jomblowati yang di bawah umur jadi kebelet nikah muda, saking pengennya menikmati romantisme berumah tangga yang terhidang dalam kisah sekar hadi. Apalagi setelah baca momen romantis Hadi melamar Sekar. Wuis.... mimin aja sampai teriak, “Bang, lamar aku juga dong.”
            Banyak pelajaran baru yang bisa mimin petik dari novel ini. Tak selamanya apa yang kita tak suka di awal akan selalu kita benci. Ia bisa menjadi sesuatu yang sangat kita sukai dan takut akan kehilangannya. Pilihan orang tua adalah pilihan yang harus kita pertimbangkan. Bisa jadi pilihan itulah yang terbaik buat kita. Cinta tak selalu memandang kasta dan rupa. Kisah Sekar Hadi dalam novel ini buktinya. Hadi sang majikan, malah menjatuhkan pilihan hatinya pada sekar, rewangnya. Padahal di sekitarnya banyak gadis pintar, jelita, kaya nan rupawan. Ajeng, sang dokter, saja sanggup memendam rasa begitu lama untuk Hadi. Move on dari Hadi pun ia butuh waktu lama. Padahal Airlangga juga sangat menyukainya.
            Begitulah kadang manusia, ia gelap mata melihat nikmat dan cinta yang ada untuknya. Hanya karena ingin mendapatkan cinta yang sebenarnya bukan untuknya. Padahal apa yang bukan untuk kita meski kita genggam begitu erat, ia akan tetap terbang dan pergi. Tapi apa yang tidak pernah terpikirkan oleh kita untuk dimiliki, maka itu yang datang menghampiri. Ahh cinta... meski banyak buku dan novel yang ku baca tentangmu, tapi memahamimu tetap butuh waktu.
            Sedikit info nih, novel ini masih dalam masa pra launching sampai tanggal 12 Juli 2018 pukul 15.00 WIB dengan harga 70.000. sementara harga PO 77.000 dan harga normalnya 88.000. Yang memasarkan novel ini adalah para PK , SPK KMO Indonesia dan reseller novel canting yang direkrut langsung oleh mbak Fissilmi Hamida.
            Kenapa mimin kasih tau harga dan tempat pembeliannya? Biar kamu-kamu yang juga penasaran dengan novelnya, bisa order ke tempat di atas. Soalnya cerita yang di FB belum ending euy... haha...
            Udah dulu ya reviewnya. Semoga bisa membantu. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paralayang Live

BONGKAR RAHASIA OKNUM YANG MENGAKU PIHAK TELEGRAM

Suara Hati Sang Kekasih